Oleh: eyevision1 | Oktober 9, 2009

MATA, KEPEMIMPINAN DAN KUALITAS HIDUP

MATA, KEPEMIMPINAN DAN KUALITAS HIDUP

by Cosmos Mangunsong

Mata adalah jendela dunia. Sebuah pernyataan yang sering kali diucapkan atau menjadi slogan yang mencoba menekankan pentingnya organ yang diameternya tidak lebih dari 3 cm ini. Tidak kurang dari 80% informasi dari dunia luar masuk lewat mata kita untuk diolah menjadi suatu data yang penting untuk kualitas hidup individu tersebut. Dengan mata seseorang dapat mengamati lingkungan sekitarnya, mendeteksi ancaman bahaya, memperoleh kesejahteraan yang nantinya akan meningkatkan kualitas hidup individu tersebut.

Apakah itu kualitas hidup? Tentunya hal tersebut agak abstrak. Kualitas hidup tiap –tiap orang tentunya berbeda. Namun secara umum kebanyakan orang menghubungkan kualitas hidup dengan kesejahteraan seseorang dalam pertimbangan ekonomi, aktivitas sehari-sehari dan aktualisasi diri. Dalam lingkup oftalmologi atau ilmu yang mempelajari kesehatan mata, kualitas hidup dihubungkan dengan kemampuan melihat dekat, kemampuan melihat jauh, lapang pandang, dan penglihatan warna. Semua aspek tersebut akan mempengaruhi peran sosial, fungsi sosial, ketergantungan hidup dan kesehatan mental seseorang. Tentunya hal ini masuk akal karena seseorang yang sangat terganggu fungsi penglihatannya akan membatasi diri dalam fungsi dan peran sosial, kemudian semakin bergantung kepada orang lain, dan pada akhirnya akan mengganggu kesehatan mental seseorang.

Berbicara mengenai seorang pemimpin yang ditangannya terletak nasib dari bawahan atau pengikut-pengikutnya, alangkah baiknya bila seorang pemimpin mempunyai kesehatan jasmani maupun rohani yang baik. Kesehatan jasmani bukan hanya tentang organ-organ besar yang menyangkut hidup atau mati seseorang, tetapi organ lain yang keberadaannya dapat mempengaruhi kualitas hidup sang pemimpin tersebut. Di negara berkembang, hal yang menjadi pokok pembahasan utama masalah kesehatan adalah masalah hidup atau mati sehingga fokusnya biasanya berkutat di masalah kesehatan jantung, otak, ginjal, lever/ hati, dan sebagainya. Organ kecil seperti mata, telinga, hidung, lidah dan lainnya kurang diperhatikan. Dengan memfokuskan lebih banyak pada organ yang berhubungan pada hidup atau mati seolah-olah negara berkembang sangat perduli pada hidup atau mati seseorang, padahal kenyataan yang ada justru sebaliknya yaitu hidup atau mati seseorang terkadang hanya dihargai dengan penghargaan yang kecil. Indonesia sebagai contohnya, masih banyak rakyat Indonesia yang mati sia-sia karena keteledoran ( human error). Penghargaan terhadap jiwa manusia masih tergolong cukup kecil di Indonesia. Gaji pekerjaan yang mempertaruhkan nyawa juga tergolong sangat kecil di Indonesia seperti gaji pemadam kebakaran, petugas SAR, tentara, polisi hutan dan lain-lain.

Jangan remehkan organ kecil seperti mata. Penglihatan yang baik menjadi kunci penting kesejahteraan seseorang. Dengan mata yang sehat, seseorang dapat membaca dan menjadi pintar sehingga memperoleh pekerjaan yang lebih baik. Penglihatan yang baik dibutuhkan dalam pekerjaan-pekerjaan dengan tingkat ketelitian yang tinggi sehingga membuahkan tingkat kesejahteraan lebih tinggi.

Seorang pemimpin dengan mata yang sehat sekalipun sering kali luput memperhatikan hal-hal kecil tentang kesejahteraan bawahan atau pengikutnya. Namun setidaknya modal untuk melakukan perhatian itu sudah ada. Tidak ada pengemis di halaman istana negara, tidak ada guru honorer yang terkatung-katung nasibnya di pelataran parkir istana, tidak ada orang lapar, sakit keras, petani miskin di teras istana. Oleh karena itu sebaiknya seorang pemimpin bangsa buka mata dan lihat jauh ke depan, jangan biarkan terhalang oleh katarak yang tercipta oleh kepentingan golongan elit tertentu.

Dengan berdasar pada pemikiran kualitas hidup dan kesehatan mata, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para calon pemimpin bangsa ini yaitu:

 Aktifitas melihat dekat dalam konteks melihat besar masalah jangka pendek yang sedang dihadapi bangsa ini meliputi masalah ekonomi dan sosial, sebaiknya seorang calon pemimpin dapat mengobservasi dan memberikan solusi yang tegas, komprehensif dan bijaksana bukan sesuatu solusi sifatnya populis, puitis atau dramatis.

Aktifitas melihat jauh haruslah dipunyai oleh calon pemimpin bangsa ini yaitu kemampuan untuk melihat masalah yang akan timbul di masa depan. Kata yang populer untuk hal ini adalah visi. Pemimpin yang visioner adalah pemimpin yang menyiapkan generasi selanjutnya untuk siap manghadapi masalah dan tantangan di masa depan. Jangan menutup mata dan menghindar seolah masalah di masa depan akan diestafetkan pada pemimpin berikutnya. Bukankah bangsa ini selalu mendapat masalah regenerasi dan kaderisasi kepemimpinan. Bahkan suatu lembaga tinggi negara atau partai politik besar sering menghadapi krisis kepemimpinan. Tidak ada calon yang siap diorbitkan sehingga terciptalah pemimpin karbitan.

Lapang Pandang seorang pemimpin haruslah luas. Melihat suatu permasalahan bangsa dari berbagai aspek. Mampu memperhatikan rakyatnya yang hidup terpinggirkan atau di pedesaan yang jauh dari hinggar bingar panggung politik. Menghargai yang kecil bukanlah sekedar jargon lidah tapi menjadi nubuat hati, karya tangan, dan buah pikiran.

Penglihatan warna meliputi kemampuan pemimpin melihat pluralitas rakyatnya. Indonesia terdiri dari berbagai latar belakang ras, budaya, suku bangsa dan agama oleh karena itu saat seorang tokoh partai atau golongan tertentu baik itu akademisi, rohaniawan dan lain sebagainya terpilih menjadi pemimpin maka ia harus menjadi seorang nasionalis yang menghargai berbagai warna rakyatnya.

Apabila semua aspek tersebut terdapat dalam figur seorang pemimpin maka harapan bagi rakyatnya memperoleh kualits hidup yang lebih baik akan semakin dekat menuju kenyataan. Namun bila aspek-aspek tersebut terabaikan, maka pemimpin tersebut akan cenderung membatasi ruang lingkupnya, peran dan fungsi kepemimpinannya, sehingga tingkat ketergantungan sang pemimpin terhadap pihak tertentu yang mungkin punya maksud terselubung akan semakin tinggi dan kemandiriannya menjadi rendah. Pada akhirnya kualitas kesehatan mental sang pemimpin juga akan terganggu.

            Demikianlah hubungan kesehatan mata, kepemimpinan dan kualitas hidup. Pesan yang ingin disampaikan adalah jangan remehkan mata sebagai jendela informasi terbesar kita. Sesuatu yang kita anggap kecil dan terabaikan ternyata telah bekerja sedemikian berat untuk memberikan kesejahteraan untuk kita. Jagalah kesehatan mata anda.

(diambil dari tesis penulis)

Oleh: eyevision1 | September 29, 2009

KOK ADA KILATAN CAHAYA DI MATA SAYA

Suatu kali saat anda sedang duduk-duduk santai menikmati pemandangan yang alam, tiba-tiba ada suatu kilatan cahaya seperti menembak mata anda. Perasaan seperti ini mungkin bukan sekali pernah anda rasakan, tapi dulu juga pernah. Setelah dipikir-pikir dulu juga kejadiannya hampir mirip dengan sekarang. Kalo dulu anda mengalami ini saat lagi mau ujian akhir atau selesaikan skripsi sehingga anda mesti bergadang dan kurang tidur. Kalau saat ini anda sedang dilanda masalah sehingga berat rasanya pikiran anda dan anda jadi kurang tidur.

ablasio retina 

 gambar lepasnya retina yang didahului oleh fotopsia

 

Kejadian ini dinamakan FOTOPSIA. Mekanisme yang disepakati para ahli sebagai asal muasal kejadian ini, adalah karena adanya tarikan pada saraf mata anda ( retina). Aktivitas yang banyak menggunakan mata, atau kurangnya waktu tidur bisa menyebabkan hal tersebut. Biasanya fotopsia terjadi pada penderita rabun jauh ( mata minus ) yang cukup berat. Hal ini disebabkan diameter bola mata yang berukuran lebih panjang pada penderita rabun jauh sehingga menyebabkan retina seolah teregang berlebihan mencoba kompensasi bertambahnya diameter bola mata.

 

Ada hal-hal lain yang bisa memicu terjadinya fotopsia yaitu faktor degeneratif yaitu pada usia tua yg badan vitreusnya mulai mencair dan terjadinya proses lepasnya badan vitreus dari penempelannya dengan retina. Selain itu benturan keras pada mata, seringnya membaca sambil tiduran atau kurang cahaya, penderita diabetes, riwayat operasi katarak, dll bisa mencetuskan terjadinya keadaan ini. Jika keadaan ini berlanjut, konsultasikan dengan dokter mata anda agar segera dilakukan pemeriksaan. Sebagai penanganan pertama, ada baiknya anda istirahatkan mata anda 30 menit -1 jam. Sebagai pencegahan, hindari faktor resiko yang tadi telah disebutkan, perbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat dan jangan lupa konsumsi antioksidan.

Oleh: eyevision1 | September 28, 2009

Dry eye sindrome

Salam hangat INDONESIA VISIONER..

 dry eye

 

Dry eye syndrome adalah suatu kumpulan gejala berupa : mata terasa kesat, mata terasa gatal, pandangan sedikit rabun, dll yang disebabkan gangguan lapisan air mata di permukaan bola mata. Lapisan air mata yang dinamakan tear film biasanya diproduksi secara normal saat kita memejamkan kelopak mata. guna dari lapisan tear film ini adalah menjaga kelembaban bola mata sekaligus menjadi mekanisme proteksi kimiawi dari permukaan bola mata. Bila permukaan bola mata kering mata rentan terjadi iritasi ataupun infeksi. gejala iritasi tu bisa berupa mata merah, perih, sedikit nyeri saat pejamkan bola mata, keluar air mata yang keluar berlebihan. Harus dibedakan antara air mata yang keluar berlebihan degan tear film. karena air mata yang keluar berlebihan tersebut timbul akibat terpicu oleh iritasi.

 Infeksi dapat menimbulkan gejala seperti mata merah, adanya kotoran mata berlebihan, nyeri, kelopak memerah, air mata keluar berlebihan, dan terkdang dapat disertai demam atau peningkatan suhu lokal disekitar mata ataupun seluruh tubuh.

 Penderita dry eye sindrome sebenarnya sangat banyak karena pengaruh radiasi komputer, ultra violet, iritasi saat mengendarai motor ataupun akibat proses penuaan karena produksi air mata mulai menurun. penanganan nya berupa pemberian artificial tears tetes mata. baiknya sebelum diberikan, kita kontrol ke dokter mata dahulu untuk diukur produksi air mata sebelum terapi.

 untuk itu tak ada salahnya berkunjung ke dokter mata bila gejala tersebut timbul atau sekedar check up rutin 6 bulan sekali.

-CM-

Oleh: eyevision1 | September 24, 2009

FLOATERS

FLOATERS PADA MATA
BERBAHAYAKAH ?
Oleh : dr. Cosmos Mangunsong Sp.M
KLINIK DOKTER KELUARGA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS INDONESIA

Mata.. kecil namun sangat berharga.. ibarat seseorang yang kita kasihi, kita baru menyadari betapa penting artinya seseorang tersebut setelah kita kehilangannya. Demikian juga mata yang sudah menemani manusia saat pertama kali lahir ke dunia. Mata memperkenalkan kita terhadap lingkungan, memperkenalkan hal-hal baru, mendeteksi bahaya, memberikan kesejahteraan melalui pekerjaan yang layak, dan tidak lupa memperindah tampilan wajah kita. Untuk itu sudah selayak kita memperhatikan sahabat kecil itu karena maknanya sangat besar untuk kehidupan kita.
Semakin maju perekonomian suatu negara tentunya akan mendorong pendidikan yang lebih baik bagi bangsanya. Pendidikan yang lebih baik akan menuju kesadaran yang lebih tinggi terhadap penyakit sehingga timbul suatu motto mencegah jauh lebih baik dari pada mengawasi. Mencegah tentunya membutuhkan pengetahuan yang cukup sehingga menimbulkan kesadaran akan resiko datangnya suatu penyakit.
Salah satu hal fenomena yang sering terjadi namun kurang disadari pada fungsi penglihatan kita adalah floaters. Apakah itu floaters ? bagaimana terjadinya? Bagaimana mengenalinya? Bahaya atau tidak? Apa pengobatannya? Tentu pertanyaan ini yang pertama kali timbul dibenak orang yang baru mendengar kata floaters. Untuk itu mari saya akan menjabarkan secara sederhana tentang floaters agar mudah dicerna para pembaca yang awam.
Sesuai dengan asal katanya floaters  float ( bahasa inggris) yang apabila diterjemahkan berarti mengambang. Istilah itu dirasakan para ahli sebagai yang paling mendekati pada fenomena yang dialami pasien dengan kelainan tersebut. Floaters menunjuk pada sesuatu yang terlihat bagai mengambang melintas dalam pandangan kita. Bentuknya bermacam-macam bisa seperti benang panjang, titik, koma, atau bisa amorf ( bentuk tidak beraturan). Warnanya bervariasi bisa bening transparan hingga hitam kemerahan. Floaters bisa timbul sewaktu-waktu dan bisa tiba-tiba hilang. Saat timbul floaters bisa saja tidak disadari namun ada juga yang merasa sangat terganggu.
Bagaimana floaters dapat terjadi sebenarnya cukup alamiah. Floaters adalah proses yang terjadi pada salah satu organ di mata kita yang dinamakan vitreus. Organ vitreus adalah suatu organ yang berbentuk matriks seperti jeli. Letak vitreus berada ditengah rongga mata. Organ ini sebenarnya berfungsi sebagai media penglihatan yang membantu fokuskan sinar ke retina sebagai pusat penglihatan. Kemampuan ini disebabkan vitreus mempunyai indeks bias sehingga sinar yang melalui organ yaang bening tersebut dapat dibiaskan. Sebelum sampai ke pusat penglihatan di makula retina, sinar akan melalui beberapa kali pembiasan agar terfokus di tempat tersebut. Vitreus dapat berubah konsistensi jelinya diakibatkan oleh hal-hal tertentu. Apabila vitreus menjadi lebih cair maka molekul air akan lebih banyak terkandung di matriks jelinya. Molekul air inilah yang dapat terlihat bagai mengambang di penglihatan kita. Kepadatan vitreus paling sering disebabkan proses deneratif sesuai dengan bertambahnya usia. Degenerasi dini juga dapat terjadi pada mata akibat penderita rabun jauh, diabetes, atau radiasi komputer, kekurangan antioksidan dan lain-lain.
Floaters umumnya tidak berbahaya namun kehadirannya bisa sangat mengganggu. Seseorang yang kurang tidur atau sehabis menekan matanya juga dapat timbul floaters. Floaters yang alamiah berwarna bening dan tidak menetap. Tempatnya mungkin berpindah-pindah, atau hanya sekedar melintas di penglihatan kita aja. Saat floaters semakin banyak dan sering muncul sebaiknya berkonsultasi ke dokter mata. Pencairan vitreus yang terlalu berlebihan dapat disertai komplikasi yang cukup berat yaitu lepasnya saraf penglihatan. Sesuatu yang patut diwapadai adalah saat floaters disertai penglihatan seperti kilat cahaya di sudut mata. Hal ini terjadi karena saraf mata (retina) tertarik-tarik saat vitreus mengalami pencairan berlebihan. Floaters jenis lain yang patut diwaspadai adalah floaters berwarna putih yg tidak transparan. Floaters ini adalah akibat adanya akumulasi sel-sel radang dalam rongga mata. Terdapat juga floaters berwarna kehitaman yang disebabkan adanya sel-sel darah di rongga mata. Hal ini sering terjadi pada penderita diabetes tahap lanjut.
Floaters sebenarnya suatu keadaan yang cukup alamiah namun perlu diobservasi. Floaters yang semakin sering dan bertambah banyak sebaiknya dikonsultasikan ke dokter mata. Hingga saat ini penanganan floaters yang ringan dapat berupa anjuran mengistirahatkan mata dengan cukup, atau pemberian vitamin sebagai antioksidan. Konsumsi vitamin C yang cukup bisa sebagai antioksidan juga pada mata kita. Terdapat juga obat tetes mata yang diberikan kepada penderita floaters, namun dengan resep dokter. Floaters yang berat, floaters akibat peradangan, atau akibat perdarahan dalam bola mata karena diabetes tidak terkontrol membutuhkan tindakan operatif.
Sudah sebaiknya kita menjaga mata kita bagaikan kekasih atau sahabat kita. Jangan sampai setelah kehilangan baru menyadari betapa besar maknanya dalam hidup kita. Lebih dari 80% informasi dari dunia luar datang dari mata kita. Tanpa mata kita hidup seperti dalam dunia yang gelap. Untuk mengobati mata sebaiknya tidak berdasarkan asumsi-asumsi. Kenali gejala pada mata yang terjadi, konsultasikan kepada dokter. Hindari pemakaian obat-obatan yang tidak sesuai indikasi karena dapat berakibat fatal. Semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan para pembaca sekalian. Terima kasih.

aneka floaters

aneka floaters

Oleh: eyevision1 | September 23, 2009

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori